1000396570.jpg

Nalanendra Abimanaβ€”Nendra, pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 2001, seorang lulusan HI Jakarta yang kini terdampar di Shanghai, menjalani hidupnya yang dinamis (dan kadang terlalu santai) sebagai seorang freelancer. Minggu ini, dompetnya mulai menipis setelah terlalu banyak memenuhi hasrat jajannya.

Setelah tiga hari berturut-turut sukses menjadi pengangguran teladanβ€”hanya berguling di kasur, menonton ulang Avatar: The Last Airbender, bersepeda dan mengupas manggaβ€”Nendra akhirnya mendapat mendapatkan tawaran gig semalam sebagai pengisi live music akustik di sebuah kafe estetik di kawasan The Bund.

1000396571.jpg

Nendra langsung bertransisi dari mode malas ke mode profesional. Dia mandi, memakai pakaian kasual terbaiknya, lalu memilih berenang beberapa putaran di kolam dekat tempat tinggalnya untuk mengumpulkan energi dan melemaskan pita suara. Sebelum berangkat, dia sempat mampir ke minimarket, berniat membeli camilan, tapi langsung mundur teratur saat melihat hanya deretan keripik kentang rasa mala yang super pedas yang dapat diskon.

1000396574.jpg

Malam itu, kafe sangat padat. Nendra naik ke panggung kecil di sudut ruangan yang diterangi lampu temaram (warm light). Begitu dia mulai bernyanyi sambil memainkan gitarnya, suasana kafe langsung berubah intim. Karakter suaranya yang berat dan pembawaannya yang tenang berhasil memikat perhatian pengunjung. Di pertengahan set, dia bahkan menyelipkan satu lagu folk Indonesia yang dibawakan dengan aransemen akustik yang manis, membuat beberapa pengunjung lokal terpukau meskipun tidak paham bahasanya. Menyanyikan baris kalimat asing di kota yang asing, tapi getarannya sampai ke sudut ruangan.

Kini dompetnya kembali tebal, demam panggungnya berhasil dikalahkan oleh desakan ekonomiβ€”persediaan uang untuk beli mangganya aman, dan dia siap kembali ke rutinitas favoritnya: rebahan sampai jadwal kerjaan lainnya tiba.